Sulit menahan keinginan untuk mengambil risiko, keyakinan bahwa keberuntungan akan berpihak kali ini, tak bisa mengendalikan pengeluaran, dan tak peduli utang semakin menumpuk.

Itu semua menggambarkan apa yang terjadi pada seseorang yang kecanduan judi—disebut sebagai “gangguan perjudian” dalam buku panduan medis.

Menurut Asosiasi Psikiatri Amerika, kecanduan judi diidentifikasi dengan pola pertaruhan yang berulang dan terus menerus dilakukan walaupun telah menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan seseorang.

Masalahnya, ada zat dan perilaku yang melepaskan dopamin dalam jumlah yang jauh lebih besar ke dalam sistem otak ini. Selisih itu menimbulkan parameter kepuasan kimiawi yang berbeda, mendistorsi kemampuan kognisi sehingga menimbulkan perasaan bahwa ini perlu diulangi.

Apa ciri-cirinya?

Asosiasi Psikiatri Amerika menyatakan seseorang dapat didiagnosis kecanduan judi jika memiliki setidaknya empat gejala dari daftar berikut ini:

  • Sering memikirkan perjudian (mengingat taruhan sebelumnya atau merencanakan taruhan di masa depan)
  • Merasa butuh berjudi dengan meningkatnya jumlah uang yang dipertaruhkan
  • Berulang kali gagal mengendalikan, mengurangi atau berhenti berjudi
  • Gelisah atau lekas marah ketika mencoba mengurangi atau berhenti berjudi
  • Menganggap berjudi sebagai cara melarikan diri dari masalah atau stres
  • Setelah kalah, merasa perlu terus berjudi demi “membalas dendam”
  • Berbohong demi menyembunyikan seberapa besar Anda terjerat judi
  • Kehilangan kesempatan penting dalam kehidupan pribadi dan profesional karena berjudi
  • Mengandalkan orang lain untuk membantu mengatasi masalah keuangan akibat judi

Bagaimana menangani gangguan perjudian?

Setelah diagnosis ditegakkan, ada beberapa pendekatan: terapi perilaku kognitif (CBT), wawancara motivasi, konseling keluarga, serta dalam beberapa kasus obat-obatan antagonis opioid dapat membantu mengekang dorongan berjudi.

Pakar juga menekankan pentingnya dukungan komunitas seperti Gamblers Anonymous dan kelompok pendukung pecandu judi.

Bagi Tavares, semakin mudahnya akses untuk berjudi berkaitan dengan meningkatnya gangguan perjudian di masyarakat. Oleh sebab itu, perlu sistem pelayanan kesehatan terpadu untuk menghadapi kebutuhan itu.

Peringatan: Judi online ilegal di Indonesia dan membahayakan kesehatan mental serta keuangan. Jika Anda atau keluarga memiliki tanda-tanda kecanduan judi, segera cari bantuan profesional ke psikolog atau lembaga layanan kesehatan mental terdekat.

© 2026 Media Inspirasi. Berdasarkan laporan BBC News Indonesia. Artikel ini disediakan untuk edukasi kesehatan mental. Foto dan tautan dapat Anda sesuaikan.